(Gagal) belanja buku di Liga Buku Bandung

Di saat rekan-rekan buruh menggelar demo menyambut Mayday 2018, buruh yang satu itu malah enak-enakan tidur hingga menjelang siang. Lalu siangnya bukannya nyusul ikut demo, malah pergi ke bursa buku. Ironisnya, di bursa buku itu dia malah tidak beli buku sama sekali. ckckc..


Jadi tadi siang, 1 Mei 2018, saya dan istri liburan bersama. Di tengah susahnya mencari waktu libur bersama, adanya hari libur di saat bukan akhir pekan menjadi harapan. Maka ketika tahu bahwa di hari buruh internasional kantor libur, kami pun mulai merencanakan liburan. Tentu saja bukan ke tempat yang jauh, tapi masih di dalam kota Bandung saja.

Pilihan liburan jatuh ke acara Liga Buku Bandung yang digelar di GOR Saparua, lokasi yang sempat menjadi kiblatnya musisi bawah tanah kota kembang. Awalnya kami mau liburan ke Pasarbaru naik Damri. Namun karena hari sudah siang, rencana belanja buat lebaran itu batal dan diganti ke Liga Buku.

Berangkat dari kontrakan sekitar jam 11 siang, kami sampai di lokasi sekitar jam setengah 12 lebih. Saat sudah masuk sekitar lokasi GOR, ternyata tidak ada tempat parkir khusus di dalam lokasi. Sejak tidak lagi jadi wartawan, saya memang jadi jarang lewat ke sana. Sehingga saya baru tahu kalau GOR itu sudah direnovasi besar-besaran. Setidaknya kini ada semacam taman di sekitar GOR.

Tapi di mana tempat parkirnya? Sepanjang jalan depan Saparua, saya lihat deretan motor berjajar parkir. Apakah renovasi itu mengorbankan lahan parkir? Akhirnya saya terpaksa parkir di pinggir jalan, dekat pertigaan Jalan Aceh.

Setelah berhasil parkir, kami pun bergegas menuju GOR, yang pintu masuknya ada di sebelah selatan. Di depan pintu masuk, sudah banyak orang yang masuk lokasi. Saya pun ikut antre dan masuk. Di ruangan dekat pintu ternyata agak tersendat. Sebabnya karena semua pengunjung diminta menunjukkan barcode tanda bahwa dia sudah registrasi di situs resminya.

Saya pun segera membuka peramban di ponsel dan membuka halaman login situs liga buku. Saya pun harus memasukkan jaket karena di depan saya lihat beberapa orang harus melepas jaketnya (saat di dalam baru saya tahu bahwa pengunjung masih boleh pakai jaket).

Setelah beres, saya mulai antre untuk membiarkan panitia menyegel tas saya. Panitia lalu meminta saya menunjukkan barcode di situsnya (yang sebenarnya tak ada barcodenya. Aneh :D), setelah mereka yakin kami sudah mendaftar, tangan kami pun dicap. Wah ketat banget ya.

Ketika masuk, lapangan GOR Saparua itu ternyata sudah lumayan dipadati pengunjung. Terutama di bagian kasir yang antreannya cukup panjang. Sementara di sebelah kiri sedang ada acara diskusi atau pembacaan buku. Kami pun mulai berkeliling mencari buku yang kira-kira menarik.

Sebenarnya ketika memutuskan mau pergi ke Saparua, saya tidak punya daftar buku yang mau dibeli. Boro-boro beli buku, di kontrakan pun banyak buku menumpuk yang belum dibaca :D.

Jika dibandingkan dengan bursa buku yang biasa digelar di Gedung Landmark Braga, acara liga buku ini terasa kurang meriah. Selain faktor tempat yang saya pikir cukup sempit (apalagi dengan adanya panggung yang cukup menyita ruangan), koleksi buku yang digelar tidak terlalu banyak. Meski begitu, setelah berkeliling, ada beberapa buku yang sepertinya menarik. Seperti buku cerita anak tentang Athena, harganya pun murah, cuma Rp5.000 saja.

Sayangnya, ketika melihat antrean orang yang mau bayar buku sudah mulai mengular, rencana untuk beli buku itu (bersama buku berbahasa sunda yang saya lupa judulnya) akhirnya gagal. Malas juga harus antre lama demi beli buku yang harganya masih kurang dari 50 ribu.

Akhirnya karena kerumunan orang makin banyak, udara yang mulai panas (padahal di setiap penjuru ruangan ada kipas angin), dan antrean yang semakin mengular, kami memutuskan tidak jadi beli buku dan memilih pulang saja. Mungkin belum jodohnya harus beli buku di sana. Semoga lain kali jika ada acara serupa, bisa digelar di tempat yang lebih luas, dan kasir yang lebih banyak.

Bagi yang mau berangkat ke liga buku, saya sarankan untuk tidak terlalu banyak bawa barang di tas supaya tidak ribet, juga sudah registrasi sebelum masuk. Selain itu, datanglah di waktu yang kira-kira tidak akan ada banyak pengunjung. Supaya belanja bukunya bisa jongjons.

Tabik.

Ada komentar?

%d bloggers like this: