Amazfit menolak kalah


Alkisah, pada akhir 2018 saya membeli jam tangan “pintar” merek Amazfit Bip dari Xiaomi. Dengan adanya jam pintar tersebut, diharapkan saya jadi lebih rajin berolahraga. Tentu saja itu hanya rencana belaka.

Meski dipakai hampir tiap hari, tapi fitur utama jam itu -yakni mencatat data fisik saat olahraga- jarang dipakai. Akhirnya yang dicatat cuma data langkah kaki saja, yang hampir selalu kurang dari 5.000 langkah. Alias laki-laki pemalas bin kurang gerak.

Karena sering dipakai -dan kadang suka terkena air- akhirnya jam tangan ini mulai banyak masalah. Puncaknya di pertengahan 2021, layarnya mulai bermasalah. Semakin lama, layar LCD-nya semakin tidak bisa dibaca.

Sayangnya, suku cadang jam ini mulai langka di lapak-lapak toko daring. Kalaupun ada, harganya lumayan mahal, hampir seharga Xiaomi Miband. Karena tidak ada yang murah, akhirnya iseng-iseng cari di Aliexpress. Di toko daring asal Tiongkok ini, hampir segala barang ada, termasuk LCD Xiaomi Amazfit Bip. Tentu saja barangnya bukan ori, dengan harga yang relatif lebih murah dibanding beli dari e-commerce karya anak bangsa.

Saat “riset” LCD jam tangan ini, saya baru tahu ternyata ada beberapa macam Amazfit Bip. Dari keterangan di bagian belakang jam, ternyata jam punya saya adalah seri A1608. Setelah tanya ke penjualnya, akhirnya saya coba beli barang tersebut. Harganya saya lupa, tapi yang pasti jauh lebih murah daripada beli di e-commerce lokal.

Barang sudah dibeli, saatnya menunggu barang datang. Dari estimasi di Aliexpress, ternyata barangnya baru akan tiba 3 bulan lagi alias bulan Agustus. Wow lama juga. Ini pertama kalinya saya belanja di situs luar dan nggak sangka kalau waktu pengirimannya lama sekali. Tapi ternyata itu hanya ekspektasi belaka. Kenyataannya, barang sampai tidak sampai sebulan. Waktu yang relatif singkat untuk ukuran beli barang dari luar negeri. Setelah barang sampai, saya langsung coba pasang, dan alhamdulillah cocok menggantikan LCD yang lama. Selamat tinggal layar rusak.

Selang beberapa bulan kemudian, giliran tali jamnya yang kini mulai bermasalah. Awalnya cuma bagian pengikat tali jam (saya nggak tahu namanya) yang putus. Kemudian pada 11 Mei kemarin, giliran tali jamnya yang putus. Tepatnya di bagian sambungan antara tali yang ada besinya dengan jam. Artinya tali jam harus saya ganti.

Sebenarnya sudah sejak awal tahun saya berencana ingin beli strap baru, tapi karena malas akhirnya tetap pakai tali jam yang ngambay karena salah satu bagian talinya sudah putus. Tapi dengan putusnya tali, mau nggak mau saya harus beli yang baru.

Untunglah untuk bagian tali jam, banyak pedagang lokal yang jualan dengan harga relatif terjangkau. Salah satunya toko ini, strap silikon yang bentuknya lumayan lucu ini cuma dibanderol Rp45.000 saja. Karena tak ada yang lebih murah (dan tokonya yang ini ada di Bandung), akhirnya saya beli strap dari toko ini.

Akhirnya, jam tangan yang usianya memasuki 3,5 tahun ini kembali kasep dengan strap yang baru dan berwarna ngejreng. Amazfit Bip yang tidak tahan air ini masih menolak untuk kalah. Semoga masih awet dan bisa dipakai untuk mencatat data olahraga saya yang masih ogah-ogahan bergerak. Cag!


Ada komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: