Balada kacamata

Ingin untung malah buntung. Ngarawu ku siku. Cul dogdog tinggal igel. Ingin berhemat malah dompet jebol. Peribahasa-peribahasa itulah sepertinya yang cocok disematkan kepada pria, yang untuk demi privasi kita sebut sebagai Tuan Anu. Hanya dalam waktu empat bulan saja, dia harus membeli tiga buah kacamata -yang harganya terus naik- karena awalnya ingin berhemat. Alhasil, uang tabungannya turun dengan drastis.

Jangan pelit untuk kesehatan diri sendiri~~

Jalan-jalan di Bandung

DULU, beberapa tahun lalu, ketika masih unyu dan berstatus mahasiswa di kampus UPI, pernah ingin berencana mau pulang jalan kaki dari Setiabudhi ke Tegallega. Jalan-jalan menikmati malam. Sendirian.

Tapi, seperti biasa, itu hanya wacana. Hanya rencana yang tak kunjung terlaksana. Akhirnya kembali naik Damri, angkot Ledeng, atau kemudian naik motor setelah dikasih motor sama orang tua. Jalan kaki? Sepertinya terlupakan waktu itu.
Gunakan kakimu untuk berjalan, bukan hanya untuk menginjak pedal gas

banjir (lagi)

[S]EBENARNYA sudah bosan kalau mau nulis tentang banjir di Kabupaten Bandung. Soalnya, tiap hujan (agak) gede, pasti ada yang kebanjiran.

Tapi banjir kemarin memang ‘istimewa’. Baru kali ini saya lihat jalan dekat RM Ampera di Bojogsoang mulai terendam, meski hanya sematakaki. Padahal, sependek pengalaman saya bolak-balik Banjaran Bandung, daerah sana sudah cukup tinggi dan biasanya jalannya nggak kebanjiran.
FAK YU DADANGNASERDKK!