Ambruk

Minggu lalu, ketika mau pulang mudik, lemari portabel yang saya beli 3 bulan lalu sebelum menikah mulai menunjukkan keanehan. Lemari yang biasanya berdiri tegak itu mulai miring ke belakang. Tapi karena buru-buru mau menjemput ehem istri dan pulang, saya biarkan keadaan itu berharap tidak ada apa-apa.

Ternyata perkiraan saya salah.

Minggu malam, saat buka pintu kontrakan, lemari yang susah dirakit itu sudah ambruk. Beberapa pilar yang sepertinya terbuat dari seng itu sudah bengkok, terutama yang di bagian belakang. Lemari yang dibeli dari tokopedia ini sudah benar-benar tidak bisa diselamatkan. Untung bajunya tidak jatuh berantakan. Ah urang sunda memang teu weleh untung.

Hari Rabu, setelah beres nyoblos, kami akhirnya beli lagi lemari. Kali ini lemari plastik merek club (tapi pas di toko carinya lemari excel :D). Untunglah bapak mertua baik hati karena mau antar ikut beli dan mengantarkan lemari yang belum dipasang itu dengan mobilnya. Haturnuhun pak 🙂

Selesai? Tentu saja belum. Malamnya, tanpa melihat kertas manual (karena memang nggak ada), saya mulai mencoba merakit lemarinya. Bermodalkan Youtube saya mulai memasang satu demi satu pilar plastik itu. Susah? Tentu saja. Beberapa kali saya harus rombak ulang karena ternyata salah pasang.

Setelah beberapa jam, akhirnya lemari level 1 dan 2 beres dipasang. Tinggal bagian atas yang lumayan tinggi karena untuk baju yang digantung. Dan ketika mulai merakit, saya baru sadar bahwa ada pilar lemari yang tertukar. Damn. Pilar yang seharusnya menjadi alas bagian gantungan baju saya pakai untuk alas lemari yang kecil. Padahal cuma pilar itu yang ada bolongnya di tengah.

Karena penasaran, saya coba bongkar lagi. Untuk melepaskan pilar dinding bagian atas memang masih mudah karena atapnya belum dipasang. Tapi ketika mulai mencoba melepaskan pilar atau level 1 dan 2, masalah mulai muncul.

Saat saya paksa melepas pilar, beberapa bagian kaki pilar yang fungsinya sebagai pengait, patah. Waduh. Padahal baru beli. Padahal harganya mahal. Waduh. Takut bagian lain ikutan patah, akhirnya sampai hari ini lemari itu masih teronggok, belum saya bereskan.

Sepertinya mending beli lemari yang sudah jadi saja~~. Demikian curhat pagi ini di akhir Juni 2018. Selamat pagi. Selamat lebaran.

Ada komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: